Proses kegiatan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan selalu diawali dengan
proses perkecambahan biji. Fisiologis perkecambahan biji adalah serangkaian proses
berakhirnya masa dormansi (istirahat) pada biji. Masa dormansi biji merupakan
masa-masa ketika sel-sel penyusun biji tidak aktif membelah, atau dengan kata
lain biji sedang melakukan masa istirahat sebelum melakukan pembelahan sel.
Biji yang mengalami masa dormansi bukan berarti diam tidak melakukan aktivitas
fisiologisnya, akan tetapi sel-sel biji tetap melakukan persiapan ke tahap
berikutnya untuk melakukan proses persiapan bahan genetis (DNA/RNA) untuk
kegiatan pembelahan sel selanjutnya. DNA juga berperan sebagai penyimpan informasi genetik yang akan diekspresikan dengan pola-pola tertentu.
![]() |
Pertumbuhan Tanaman Cabe Melewati Masa Perkecambahan. Photo Original by: Muslehudien. |
Pengakhiran masa dormansi biji tentu saja memerlukan kondisi
lingkungan yang baik, misalnya yaitu biji tumbuhan gurun hanya berkecambah setelah
curah hujan memadai (cukup air). Berakhirnya dormansi pada biji tanaman dikotil
(spermatophyta) ditandai dengan proses imbibisi, yang artinya terserapnya air
ke dalam sel-sel biji. Imbibisi merupakan proses fisika dan biologis.
Selanjutnya, air akan terserap masuk ke dalam sel-sel biji dan akan
membebaskan hormon giberelin (GA) sebagai sinyal kepada aleuron (lapisan tipis
di bagian luar endosperm) agar sesegera mungkin menyekresikan enzim tertentu.
Enzim menghidrolisis sari makanan yang terdapat di dalam endosperma biji (tempat biji mendapat makanan).
Bekerjanya enzim tersebut merupakan proses kimia.
Silakan baca juga: Kegunaan Pemberian Pupuk NPK Mutiara untuk Tanaman Cabe.
Silakan baca juga: Kegunaan Pemberian Pupuk NPK Mutiara untuk Tanaman Cabe.
Enzim di dalam biji berperan sebagai biokatalisator dalam
metabolisme biji. Enzim amilase memecah pati (zat tepung/amilum) menjadi
maltosa, maltosa dihidrolisis oleh enzim maltase menjadi glukosa (gula), dan berikutnya glukosa akan diubah menjadi energi (ATP/ Adenosin Triphospat). Energi tersebut diperlukan sebagai sumber
untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio. Sementara itu, protein di dalam biji
akan dipecah menjadi asam-asam amino oleh enzim protease. Asam amino dalam
metabolisme sel dirangkai menjadi protein spesifik dan struktural untuk
menyusun sel, pembentuk sel, serta untuk membentuk enzim-enzim baru. Sedangkan
lemak juga akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase yang juga
terdapat di dalam biji.
Hasil akhir dari proses perkecambahan biji yaitu berupa tumbuh
dan berkembangnya plumula menjadi batang dan daun serta perkembangan radikula
menjadi akar. Embrio yang baru tumbuh belum mempunyai klorofil sehingga belum
dapat melakukan fotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri. Makanan untuk
embrio diperoleh dari cadangan makanan (di dalam endosperma biji).
Proses perkecambahan pada biji dipengaruhi oleh
beberapa faktor penting, seperti: kandungan air, oksigen, suhu, hormon, serta
cahaya. Selama perkecambahan biji, air
diperlukan dalam proses perkecambahan biji untuk mengaktifkan enzim-enzim
seperti alfa amilase. Oksigen diperlukan untuk proses oksidasi makanan di dalam
sel (di organel mitokondria) untuk memperoleh energi (ATP) yang akan digunakan untuk seluruh kegiatan
sel, termasuk tumbuh dan berkembang. Saat perkecambahan biji, juga diperlukan
suhu optimum untuk aktivitas enzimatis.
Enzim tidak dapat bekerja secara baik pada
suhu minimum dan maksimum, sehingga setiap enzim memiliki fungsi yang spesifik
dan ada batasan-batasan optimumnya. Perkecambahan juga memerlukan hormon
pertumbuhan (fitohormon) yakni hormon auksin dan giberelin. Hormon auksin akan
mudah rusak jika terkena cahaya matahari (intensitas cahaya terlalu tinggi).
Sehingga proses perkecambahan biji akan jauh lebih cepat jika berada pada
tempat yang tidak terdapat cahaya, sebab pada kondisi inilah aktivitas hormon
auksin meningkat, sehingga tumbuhan sering kali mengalami gejala etiolasi,
yaitu gejala dimana tanaman mengalami pertumbuhan yang begitu cepat dengan
ciri: akarnya panjang, batangnya tinggi-tinggi, daun nampak pucat akibat
kekurangan cahaya. Sebaliknya, biji berkecambah yang diletakkan di daerah
terang (terkena cahaya), maka pertumbuhannya akan jauh lebih ideal, sebab
cahaya dapat menghambat pertumbuhan pada tanaman. Silakan klik dan baca juga: Mengatasi Bibit Semai Cabe Banyak yang Mati dan Tidak Tumbuh Sempurna.
Mengenal Proses Perkecambahan Pada Biji Tanaman Dikotiledonae
4/
5
Oleh
Unknown